Senin, 08 November 2010

Potensi Nuklir untuk Energi Listrik di Jambi

MEDIA JAMBI—Berkembangnya pemanfaatan energi nuklir membuka peluang baru di banyak sektor. Dari 13 ribu izin yang dikeluarkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), sekitar 200 izin berada di Jambi. Baik di bidang kesehatan, industri dan penelitian.
Usai pembukaan sosialisasi pengawasan tenaga nuklir antara Bapeten dan Provinsi Jambi, Rabu (3/10) lalu, Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus mengajak semua pihak melakukan pengawasan menyeluruh terhadap pemanfaatannya.
“Selain memberikan hasil yang lebih baik, nuklir tentunya dapat menimbulkan bahaya jika faktor keselamatan diabaikan,” ujar Gubernur. Berdasarkan data BAPETEN, Pemanfaatan perijinan yang menggunakan teknologi nuklir berjumlah 34 jenis di bidang kesehatan dan 166 jenis perijinan di bidang industri. Gubernur menambahkan, tidak menutup kemungkinan di Provinsi Jambi memanfaatkan teknologi ini untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.
“Tidak tertutup kemungkinan di Provinsi ini akan membangun PLTN karena potensi tersebut ada. Pihak Bapeten mengatakan hal ini memungkinkan tetapi harus berada di lokasi dekat air karena membutuhkan banyak air. Untuk itu saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti acara ini dengan seksama dalam rangka kaitannya dengan permasalahan pengawasan dan pemanfaatan serta dampak radiasinya. Pemerintah daerah juga akan bekerjasama dengan Bapeten jika terjadi hal-hal yang terjadi berkaitan dengan hal ini dan tentunya Bapeten memiliki standar tersendiri dalam menangani permasalahan pengawasannya dan pengolahannya,” jelasnya
Kepala BAPETEN Dr Asnatio Lasman mengatakan pemanfaatan nuklir di Indonesia dimaksudkan semata-mata untuk tujuan damai dan memberikan manfaat untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Pengawasan terhadap pemanfaatan tersebut harus dilakukan seoptimal mungkin demi keselamatan pekerja, masyarakat dan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Selain itu, budaya keselamatan (safety culture) dan budaya keamanan (security culture) juga harus dipromosikan, dipelihara dan terus ditingkatkan.(mas)

Gubernur Bantu Korban Kebakaran

KUALA TUNGKAL—Bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jambi terhadap korban kebakaran di Kualatungkal diwujudkan dalam bentuk bantuan uang tunai sebesar Rp 145 juta. Bantuan dmaksudkan untuk meringankan korban musibah kebakaran di RT 14 dan RT 16, Kelurahan Tungkal Tiga, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat.
Kedatangan gubernur bersama rombongan merupakan wujud kepedulian dari Pemerintah Provinsi Jambi atas musibah yang menimpa warga Kabupaten Tanjungjabung Barat ini. gubernur juga meminta kepada warga yang tertimpa musibah agar tetap sabar dan tawakal. “Cobaan yang datang dari Allah SWT, tidak akan melebihi dari kemampuan umatnya dan percayalah dibalik musibah ini ada hikmah yang dapat diambil, mungkin melatih umat ini untuk bersabar dan dapat menerima cobaan yang dialami,” tegas Gubernur.
Gubernur juga berharap bantuan berupa uang sebesar Rp 5 juta/kepala keluarga dapat dimanfaatkan membangun rumahnya kembali. Sementara untuk kebutuhan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran, akan diserahkan oleh Pemkab Tanjabbar.
Bupati Tanjungjabung Barat Safrial MS melaporkan, bahwa musibah kebakaran terjadi Senin, 1 November 2010, pukul 07.00 – 08.30 WIB, mengakibatkan 154 jiwa atau 34 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Api membakar 23 rumah warga dan guna menghindari meluasnya kebakaran maka terpaksa enam rumah yang berdekatan dirobohkan.
“Dalam menghadapi musibah ini pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat telah berupaya segera mengatasi kesulitan yang dialami korban kebakaran ini. Langkah-langkah yang diambil mulai dari membentuk posko, mendata rumah dan warga yang terkena musibah dan mengkoordinir pengumpulan bantuan serta mendistribusiaknnya kepada yang berhak, termasuk bantuan dari Pemerintah Tanjungjabung Barat, baik berbentuk uang maupun barang,” ujarnya.
Bantuan yang diberikan dari Pemerintah Tanjungjabung Barat selain uang sejumlah Rp 50 juta, juga berupa barang yang terdiri dari peralatan memasak, selumut, tikar dan pakaian sekolah.(mas)

Wagub Kirim Relawan ke Mentawai

MEDIA JAMBI— Pemerintah dan masyarakat Provinsi Jambi juga turut berpartisipasi meringankan beban yang dialami para korban bencana Tsunami di Mentawai Sumatera Barat. Bantuan dan relawan yang dilepas Wakil Gubernur Jambi, Wakil Gubernur Jambi Drs H Fachrori Umar, Kamis (4/11).
Bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jambi berupa Rp 100 juta uang tunai, logistik dan makanan senilai Rp 150 juta. Bantuan berupa logistik dimuat dalam 2 unit truk. Sementara relawan terdiri dari 23 orang mahasiswa pencinta alam, 4 orang Tagana, 5 orang para medis, dan 3 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi.
Para relawan bertugas selama seminggu, diberangkatkan dengan menggunakan 1 unit bis Pemerintah Provinsi Jambi. Sedangkan bantuan korban letusan gunung Merapi berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta, tidak ikut relawan.
Wakil Gubernur Jambi, berpesan agar para relawan benar-benar melakukan tugas mulia ini dengan tulus dan ikhlas. Wagub berharap relawan ini dapat menjalankan tugasnya dengan sukses dan senantiasa dalam kondisi sehat.
Selain itu, Wakil gubernur Jambi ini juga mengingatkan agar seluruh relawan menjaga kesehatan, termasuk untuk para medis, supaya bisa tetap fit dalam menjalankan tugas dan usai menjalankan tugas, sampai kembali lagi ke Jambi.
Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Jambi, Ir H Havis Husaini mengatakan para relawan tersebut diberangkatkan menuju Desa Sikaka di Mentawai dan jika memungkinkan, perlahan-lahan akan menuju lokasi korban tsunami.(mas)

Yuniana HBA

Seorang Ibu Harus
Tampil dan Terampil

MEDIA JAMBI— Seorang ibu harus tampil dan terampil pesan ini disampaikan oleh Ketua Penasehat Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jambi, Yusniana Hasan Basri Agus dalam Silaturahmi/Audiensi Pengurus BKOW dengan Ketua BKOW Provinsi Jambi pada Rabu (3/11), di rumah dinas gubernur Jambi.
Dikatakannya, sebagai kumpulan organisasi wanita di Provinsi Jambi, BKOW memiliki peran untuk memberdayakan wanita di Provinsi Jambi. Wanita bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, baik dalam lingkup rumah tangga atau keluarganya maupun dalam masyarakat luas. Juga, sangat penting bagi wanita untuk dapat men-support atau mendukung suaminya dalam tugas kerja. “Wanita menjadi seorang ibu dituntut untuk cakap menjalankan perannya. Jadi, seorang ibu harus tampil dan terampil,” ujar Hj Yusniana.
Hj Yusniana Hasan Basri juga berharap agar pengurus dan anggota BKOW gemar menabung. Hal ini sangat perlu, apalagi BKOW merupakan organisasi non profit dan bersifat sosial, untuk mempermudah pendanaan kegiatan BKOW.
Diakuinya tugas BKOW cukup berat, karena jarang orang benar-benar mau aktif dalam kegiatan sosial tanpa pamrih. Namun, ditegaskannya hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi BKOW. “Kalau dihadapi secara bersama, dengan kebersamaan dan kerjasama yang baik, serta saling mengingatkan tugas masing-masing, akan dapat diatasi,” sambungnya.
Sementara wakil Ketua BKOW Provinsi Jambi, Hj Asiah Ak Djuwainy dalam laporannya menyatakan, pengurus BKOW Provinsi Jambi periode 2006-2011 berjumlah 35 orang, tetapi beberapa orang sudah mengundurkan diri.(mas)

Minggu, 24 Oktober 2010

Masyarakat Belajasumba Diajak Bangun Daerah

MEDIAJAMBI — Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus mengajak masyarakat Bengkulu Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung (Belajasumba) bahu membahu, menyatukan sikap, menyatukan hati bersama-sama membangun lima provinsi di Sumatera Bagian Selatan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Halal Bi Halal masyarakat Sumbagsel di di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, 23 Oktober lalu.
Acara yang mengusung tema “Dengan Halal bi Halal Kita Tingkatkan Solidaritas Masyarakat Sumatera Bagian Selatan dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Wilayah Belajasumba” itu berlangsung meriah. HBA, dalam pertemuan itu mengingatkan tentang perjalanan sejarah Tentara Pelajar (TP) Sriwijaya, salah satu organisasi yang memotori terselenggaranya halal bi halal tersebut.
TP Sriwijaya, dulu ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi Nusantara, terutama di daerah Sumbagsel dilandasi rasa persatuan dan kebersamaan. Pasca kemerdekaan, TP Sriwijaya diubah menjadi Tenaga Pembangunan. Jiwa persatuan dan kebersamaan masa Tentara Pelajar itu sangat penting untuk dipupuk kembali. Karena sekarang ini bukan lagi masa merebut kemerdekaan, namun mengisi kemerdekaan, maka semangat persatuan dan kebersamaan ditujukan untuk pembangunan, untuk membangun Belajasumba.
HBA juga meminta tokoh-tokoh masyarakat Belajasumba yang berdomisili di Jabodetabek mengingat daerahnya masing-masing dan mendukung program pembangunan daerahnya. HBA bahkan mengatakan bahwa dalam Hadis Nabi pun dinyatakan agar orang-orang mengingat dan peduli terhadap daerahnya.
“Saya mengimbau masyarakat Belajasumba di Jabodetabek yang kondisi ekonomi dan keuangannya relatif baik, supaya memberikan sebagian dari kekayaannya membantu masyarakat miskin di daerahnya masing-masing, bahkan kalau bisa membantu masyarakat di Belajasumba,” imbau Gubernur.
Gubernur Jambi mengucapkan selamat dan terimakasih kepada pengurus Belajasumba atas terselenggaranya halal bi halal. Sebagai langkah penting menyatukan kelima provinsi. Kesatuan dan keterpaduan masyarakat kelima provinsi itu sangat diharapkan untuk meyejahterakan masyarakat Belajasumba.
HBA merupakan perwakilan gubernur Belajasumba yang memberikan sambutan dalam halal bi halal tersebut. Ada dua orang gubernur dari lima provinsi Belajasumba yang hadir dalam acara itu, HBA dan Gubernur Sumatera Selatan, Ir. Alex Noerdin, MBA.
Aburizal Bakrie, tokoh masyarakat Belajasumba, mengungkapkan agar seluruh masyarakat Belajasumba bisa mengatasi ego yang bersifat negatif, karena itu bisa menjadi penghalang dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, ia menekankan agar ego diarahkan untuk hal positif.
Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI dan yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan agar jangan sampai ada sekat-sekat dalam masyarakat Belajasumba, namun hendaknya bersama-sama, bahu-membahu memaksimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang ada, berperan aktif dalam pembangunan Belajasumba, agar masyarakat Belajasumba semakin lama semakin sejahtera. Halal bi halal dimeriahkan penampilan alat musik tradisional dari Bengkulu, dol, Tari Zara Zapin dari Jambi, Tari Zapin Rebana dari Bangka Belitung, Tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan, dan Pagelaran Busana (Zainal Songket) dari Palembang.(adv)

Gubernur : “Dewasalah Berpolitik”

MEDIA JAMBI – Pelaksanaan Pemilihan Bupati di dua kabupaten, yaitu Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) 21 Oktober dan Kabupaten Batanghari, 23 Oktober lalu, berlangsung lancar dan aman. Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus melihat langsung Pilkada di Tanjabar dan Wakil Gubernur Jambi, H Fachrori Umar di Batanghari.
Gubernur mengharapkan kedewasaan politik dari semua pihak baik masyarakat maupun penyelenggara termasuk juga para kandidat. Gubernur menilai Pilbub berlangsung aman dan tenang. Dia minta agar panitia penyelenggara dapat melaksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga masing-masing kandidat tidak ada yang merasa dirugikan.
Kepada pasangan yang menang, untuk dapat merangkul pasangan yang kalah, bila perlu jika telah ditetapkan pemenangnya oleh KPUD, para kandidat dapat saling mendatangi dan menelpon untuk memberikan ucapan selamat dan dukungan. “Saling menerima itu yang kita harapkan”, ujar HBA.
Siapa yang menang nantinya itulah yang kita dukung. “Setelah selesai proses pemungutan suara, selesai pula semua permasalahan politik. Kita harus saling memaafkan, dan menerima hasil pilkada,” tegasnya.
Selanjutnya, untuk prioritas pembangunan, para bupati harus mengacu pada RPJM nasional dan RPJMD provinsi, dan tidak boleh bertentangan. Agar terjadi sinkronisasi antara program dan kegiatan yang disusun oleh pemerintah kabupaten/kota dengan program dan kegiatan yang disusun Pemprov Jambi dan pemerintah pusat. “Sehingga dapat meningkatkan akselerasi/percepatan pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah Jambi khususnya dan nasional umumnya,” tegasnya.
Pemilu Kada Kabupaten Tanjung Jabung Barat diikuti oleh dua pasang calon, yakni Syafrial – Yamin (SbY) dengan nomor urut 1 didukung partai PDIP, Demokrat, dan Hanura dan delapan partai non parlemen. Pasangan nomor urut 2 Usman Ermulan – Katamso (Utama) diusung partai Gerindra, PKPB, PAN, PBB, PDK.
Jumlah mata Pilih di Tanjabar sebanyak 195.480 orang yang tersebar di 13 Kecamatan. Kecamatan Tungkal Ulu ada 9.149 mata pilih, Batang Asam 14.634, Tebing Tinggi 23.500, Merlung 10.778, Muara Papalik 7.741, Renah Mendaluh 8.055, Pengabuan 16.559, Senyerang 16.262, Betara 15.788, Kuala Betara 7.768, Tungkal Ilir 48.312, Bram Itam 10.668, dan Kecamatan Seberang Kota 6.266 mata pilih, yang akan memberikan suaranya melalui 602 TPS.

Batanghari
Pilkada di Batanghari diikuti lima pasangan calon, yaitu Syahirsah-Erpan yang diusung Golkar, PKS, PBR HA Fattah-Sinwan diusung Partai Demokrat, PKPB, Hanura dan 12 parpol non parlemen. Hamdi Rachman-Juhartono maju menumpangi perahu PKB, PPP, Gerindra, PDK, lalu pasangan H.Fathuddin Abdi–Kemas Ismail Azim maju melalui jalur perseorangan. Pasangan H Ardian Faisal-H Apani diusung PDIP dan PAN.
Jumlah mata pilih sebanyak 172.510 orang di 500 TPS, yang tersebar di delapan Kecamatan, dalam 13 Kelurahan dan 100 Desa. Mata pilih di Kecamatan Muaro Sebo Ulu 20.407 pemilih, Kecamatan Mersam, 19.266 pemilih, Kecamatan Batin XXIV 19.094 pemilih, Kecamatan Muara Tembesi 19.399 pemilih, Kecamatan Muara Bulian 38.496 pemilih, Kecamatan Bajubang, 25.103 pemilih, Kecamatan Muaro Sebo Ilir 9.334 pemilih, dan Kecamatan Pemayung dengan ibu kota Jambatan Mas, jumlah mata pilihnya ada 21.411.(adv)

Perajin dan PKK Jambi Raih Pangan Award

MEDIA JAMBI – Kehadiran TP PKK Provinsi Jambi, bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi memboyong sejumlah Usaha Kecil menengah (UKM) ke Pameran Trade Expo Indonesia ke- 25 Tahun di International Expo Kemayoran Jakarta, 13 sampai 17 Oktober 2010 tidak sia-sia. Tim PKK binaan Ketua PKK Provinsi Jambi, Hj Yusniana Hasan Basri ini bahkan meraih juara umum kuliner.

Pada ajang itu, PKK Provinsi Jambi diwakili PKK Kabupaten Merangin dengan kuliner yang ditampilkan, Gulai Ketiung, Gulai Lemang Ikan Semah, Gulai Ibat Ikan Baung, Lalap Jantung, Buah Kedendeng, Sambal Kuini, dan Minuman Kopi Kahwo (berasal dari daun kopi yang dikeringkan). Tim ini mendapatkan piagam dan uang tunai sebesar Rp7.500.000,-
Sedangkan perajin dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Baru Triwarni dari Kabupaten Muaro Jambi, dengan produk Abon Ikan Patin meraih UKM Pangan Award. UKM ini mendapatkan piagam dan uang tunai melalui tabungan sebesar Rp 5.000.000,-
Ada empat kegiatan yang diikuti tim Jambi yakni, Partisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-25, Pameran Pangan Nusa ke-5 dengan Tema “Rasa Bahari Nusantara,” dan UKM Award serta Lomba Masak Makanan Khas Daerah Tahun 2010.
Pemprov Jambi sengaja ikut kegiatan ini untuk mempromosikan produk makanan dan minumam (produk jadi dalam kemasan) yang dihasilkan UKM dari Provinsi Jambi. Peserta pameran berasal dari pihak pemerintah dan BUMN serta swasta.
Jambi mengirimkan produk Perajin Abon Ikan Patin, TP PKK Provinsi Jambi diwakili Kabupaten Merangin serta produk UKM yang kiranya mampu untuk diekspor (Kopi Ayam Ras, Roti Kacang Jambi Jaya, Dodol Nenas, Dodol Pisang, Tas Kulit, dan Batik Jambi).
Pada stan pameran, UKM menjual sendiri produk hasil olahannya, dengan harapan dapat mempromosikan secara langsung proses produksi dan menerima langsung transaksi dagang. Produk yang banyak terjual adalah Kopi Bubuk A3, Kopi Ayam Ras, Kopi Koluweh, dan produk Olahan Ikan seperti Abon Ikan dan Kerupuk Ikan. Penjualan produk olahan ikan rata-rata mendapatkan hasil Rp 7.500.000,- dan produk pangan lainnya berkisar Rp 5.000.000,-.
Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj Yusniana Hasan Basri merasa bangga dengan keberhasilan itu. Dirinya terus memotivasi dan memberikan support kepada semua peserta dari Provinsi Jambi untuk melakukan karya-karya keatif, termasuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Apalagi kegiatan ini bernilai positif bagi tim Jambi. Selain membuka wawasan UKM untuk lebih maju dan kreatif, juga dapat berkomunikasi dengan pembeli dari luar daerah Jambi. UKM KWT Tunas Baru, bahkan dapat memasarkan produk olahan Ikan Patin (abon dan kerupuk) dengan pembeli dari swalayan di Kota Tangerang dan mendapat bantuan pemasaran untuk dipromosikan Kementerian Perdagangan RI.(adv)

Juara Harapan 1 Lomba Cipta Menu 3B

MEDIA JAMBI- Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi yang diwakili oleh TP PKK Kabupaten Batanghari, berhasil meraih juara Harapan I Lomba Cipta Menu 3B (Beragam, Bergizi dan Berimbang) pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-XXX di Lombok Tengah NTB, 19 s/d 22 Oktober lalu.
Puncak peringatan HPS dimeriahkan seminar, pameran dan bazar serta acara puncak berupa pengabdian pada masyarakat, perlombaan, gelar teknologi, dokumentasi, publikasi dan penyiaran serta diplomatik tour. Acara ini juga dirangkaikan dengan pembukaan pameran dan bazar, penyerahan bantuan simbolik bantuan sosial, penyerahan proceeding hasil seminar serta meninjau pameran hasil lomba cipta menu 3B (Beragam, Bergizi dan Berimbang) yang diikuti oleh sebanyak 33 provinsi yang ada di Indonesia.
Asisten II Setda Provinsi Jambi H Havis Husaini yang mewakili Gubernur Jambi saat meninjau stand Provinsi Jambi mengatakan, dari segi ketahanan pangan Badan Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi telah memberikan bermacam-macam langkah strategis. Diantaranya, sosialisasi mempercepat proses penganekaragaman makanan. Sehingga diharapkan nantinya masyarakat Jambi mengurangi menggunakan beras sebagai makanan pokoknya. Memberikan pembinaan terhadap gapoktan (gabugan kelompok tani) se-Provinsi Jambi agar stabilitas ketersedian bahan pangan distribusi dan lain sebaganya tetap terjaga.
(adv)

Rabu, 29 September 2010

Tinjau pameran TTG


GUBERNUR Jambi, Drs H Hasan Basri Agus didampingi Menteri Perekonomian Hattarajasa saat meninjau pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) di Yogyakarta, Rabu (22/9) lalu. f/humas

Gubernur Ajak Swasta Membangun Jambi

MEDIAJAMBI—Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus, MM mengajak swasta turut membangun Jambi. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan para pengusaha warga Jambi keturunan Tionghoa di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jum’at malam (24/09).
Pada kesempatan ini Gubernur mengajak para pengusaha mendukung program-program Gubernur lima tahun kedepan yang tertuang dalam visi Provinsi Jambi tahun 2011-2015, yakni “Jambi EMAS” (ekonomi maju, Aman, Adil dan Sejahtera), dengan lima prioritas pembangunan, yang terdiri dari ; 1. Peningkatan Infrastruktur Wilayah dan Energi, 2. Pendidikan dan Kesehatan serta Sosial Budaya, 3. Pengembangan Ekonomi Rakyat, Investasi dan Kepariwisataan, 4. Ketahanan Pangan dan Sumber daya Alam serta Lingkungan Hidup dan 5. Penataan Tata Pemerintahan yang baik.
Dalam program peningkatan infrastruktur khususnya jalan, terjadi penambahan hampir 30 persen anggaran untuk pembangunan jalan. “Ekonomi tidak akan berkembang, tidak akan dapat meningkat tanpa didukung infrastruktur,” ujar HBA.
Untuk energy listrik, pada tahun 2011 dilakukan penambahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di beberapa daerah. Salah satunya di desa Samaran, Kabupaten Sarolangun yang akan diresmikan bulan mendatang. Di Kabupaten Bungo dengan kapasitas 2 X 150 MW. Di Kabupaten Sarolangun dengan kapasitas 2 X 7 MW, di Kabupaten Muaro Jambi, dan diharapkan ini juga dapat dibangun di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sehingga apa menjadi cita-cita Gubernur, tahun 2015 Jambi akan swasembada listrik, mudah-mudahan akan menjadi kenyataan, mengingat Jambi memiliki demikian banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik yang selama ini selalu menjadi permasalahan, seperti tersedianya tenaga air yang demikian banyak, batu bara, gas dan Geothermal (energy panas bumi), hanya saja kesemuanya belum termanfaatkan secara maksimal. Dukungan swasta sangat diharapkan gubernur. Diantaranya agar pengusa ikut memperhatikan masyarakat di lingkungannya.
Roni Atan, pengusaha Jambi mengatakan, kedatangan mereka sebagai ucapan rasa sukur atas terselenggaranya Pemilukada Jambi dengan baik, lancar dan aman, karena tanpa keamanan semua yang akan dilaksanakan tidak mungkin dapat terwujud. Disamping juga tentunya sarana pendukung lainnya seperti infrastruktur jalan yang baik dan ketersediaanya sumber energy listrik. Dia berharap, pembangunan yang dicanangkan Gubernur dapat terselenggara dengan baik dan lancar.(mas)

Gubernur : Tingkatkan Kreasi TTG Jambi

GELAR Teknologi Tepat Guna Nasional XII Tahun 2010 kembali diselenggarakan. Kali ini diikuti sekitar 386 stan peserta perwakilan seluruh provinsi di Indonesia yang dipusatkan di Gedung Jogya Expo Center, Yogyakarta. Untuk menampilkan kreasi dan inovasi teknologi dan produk-produk terbaru yang berguna bagi masyarakat.
TTG Nasional XII tahun 2010 dimaksudkan sebagai langkah strategis dalam penyebarluasan informasi berbagai teknologi yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai forum untuk menggali gagasan pemikiran dalam rangka menyusun kebijakan penerapan dan pengembangan TTG. Ini dilakukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat dimasa mendatang.
Kepada wartawan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus mengatakan bahwa sarana TTG ini merupakan penampilan masing-masing daerah mengenai teknologi yang akan diterapkan didaerahnya, disamping itu juga merupakan penemuan teknologi baru dari daerah yang bersangkutan.
Untuk jambi berbagai teknologi tepat guna yang ditampilkan berupa lemari pengering baju bertenaga sinar matahari, dan alat pendeteksi gempa yang dirancang oleh Dede Martino dan Yulma Erita dari Kota Jambi, pompa air tanpa minyak yang dirancang oleh Matriman (PPL WKPP Desa Butang Baru Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun), mesin penggiling kelapa sawit rancangan M Arsyad (Kabupaten Tanjung Jabung Barat), pupuk organic cair “telur keong mas” yang ditemukan oleh Kelompok Tani Payo Dadap Ds Senaning Kec Pemayung Kabupaten Batanghari.
Hal-hal seperti inilah yang diharapkan oleh pemerintah pusat, masing-masing daerah berkreasi dan berinovasi untuk menemukan teknologi tepat guna baru yang sesuai dengan daerahnya. “Apabila TTG yang dipamerkan ini dapat digunakan secara nasional tentunya ini yang sangat kita harapkan, “ jelas HBA. (mas)

Gubernur Ajak Swasta Membangun Jambi

MEDIAJAMBI—Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus, MM mengajak swasta turut membangun Jambi. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan para pengusaha warga Jambi keturunan Tionghoa di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jum’at malam (24/09).
Pada kesempatan ini Gubernur mengajak para pengusaha mendukung program-program Gubernur lima tahun kedepan yang tertuang dalam visi Provinsi Jambi tahun 2011-2015, yakni “Jambi EMAS” (ekonomi maju, Aman, Adil dan Sejahtera), dengan lima prioritas pembangunan, yang terdiri dari ; 1. Peningkatan Infrastruktur Wilayah dan Energi, 2. Pendidikan dan Kesehatan serta Sosial Budaya, 3. Pengembangan Ekonomi Rakyat, Investasi dan Kepariwisataan, 4. Ketahanan Pangan dan Sumber daya Alam serta Lingkungan Hidup dan 5. Penataan Tata Pemerintahan yang baik.
Dalam program peningkatan infrastruktur khususnya jalan, terjadi penambahan hampir 30 persen anggaran untuk pembangunan jalan. “Ekonomi tidak akan berkembang, tidak akan dapat meningkat tanpa didukung infrastruktur,” ujar HBA.
Untuk energy listrik, pada tahun 2011 dilakukan penambahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di beberapa daerah. Salah satunya di desa Samaran, Kabupaten Sarolangun yang akan diresmikan bulan mendatang. Di Kabupaten Bungo dengan kapasitas 2 X 150 MW. Di Kabupaten Sarolangun dengan kapasitas 2 X 7 MW, di Kabupaten Muaro Jambi, dan diharapkan ini juga dapat dibangun di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sehingga apa menjadi cita-cita Gubernur, tahun 2015 Jambi akan swasembada listrik, mudah-mudahan akan menjadi kenyataan, mengingat Jambi memiliki demikian banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik yang selama ini selalu menjadi permasalahan, seperti tersedianya tenaga air yang demikian banyak, batu bara, gas dan Geothermal (energy panas bumi), hanya saja kesemuanya belum termanfaatkan secara maksimal. Dukungan swasta sangat diharapkan gubernur. Diantaranya agar pengusa ikut memperhatikan masyarakat di lingkungannya.
Roni Atan, pengusaha Jambi mengatakan, kedatangan mereka sebagai ucapan rasa sukur atas terselenggaranya Pemilukada Jambi dengan baik, lancar dan aman, karena tanpa keamanan semua yang akan dilaksanakan tidak mungkin dapat terwujud. Disamping juga tentunya sarana pendukung lainnya seperti infrastruktur jalan yang baik dan ketersediaanya sumber energy listrik. Dia berharap, pembangunan yang dicanangkan Gubernur dapat terselenggara dengan baik dan lancar.(mas)

Asrama Mahasiswa Butuh Renovasi

MEDIAJAMBI—Kondisi asrama mahasiswa Jambi yang kian memprihatinkan mendapat perhatian khusus Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus. Dalam inspeksi mendadak yang dilakukannya, dia minta agar segera dilakukan renovasi bangunan untuk memberi kenyamanan pada mahasiswa asal Jambi yang belajar di Yogyakarta.
Saat Sidak dikatakan Gubernur, belum ada titik temu kesepakatan terkait renovasi kamar mahasiswa. Yang memang terlihat terlalu kecil, hanya bisa diisi oleh satu orang saja. Hal ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Untuk itu, kedepan dianggarkan dana Rp 400 juta untuk renovasi kembali. “Kita akan duduk satu meja dengan adik-adik mahasiswa dan tokoh masyarakat di Yogya untuk membicarakan konsep dan system renovasi yang sesuai dengan bentuk-bentuk yang diinginkan mahasiswa,” ujarnya.
Gubernur minta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Biro Umum untuk melakukan renovasi kembali asrama mahasiswa sehingga sesuai dengan harapan mahasiswa. Kalau dilihat dari kondisi saat ini memang tidak baik, oleh sebab itu harus segera dilakukan perbaikan. “Oleh karena itu yang sudah biarlah berlalu, kedepan mari kita perbaiki dengan dana yang telah kita sediakan pada TA 2011,” jelas HBA.
Disinggung mengenai banyaknya mahasiswa yang enggan untuk tinggal di asrama yang disediakan pemerintah tersebut, beliau tidak mempersalah hal itu. “Mengenai banyak mahasiswa yang tinggal diluar itu tidak masalah, berarti orang tua mereka mampu. Asrama inikan untuk yang tidak mampu. Harapan kita, begitu orang datang dari Jambi dan tidak punya keluarga disini, bisa tinggal di asrama,” kata HBA.
Setelah direnovasi nantinya beliau berharap agar mahasiswa yang tinggal di asrama ini dengan tempo waktu dua tahun. “Harapan kita dua tahun pindah, jangan beranak pinak tinggal di asrama. Mungkin penempatannya nanti dengan SK Gubernur agar lebih teratur. Dan mahasiswa yang tinggal disini tidak dikenakan biaya, hanya bayar uang listrik dan air saja,” tambahnya.
Saat meninjau lokasi asrama mahasiswa tersebut gubernur Jambi didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi M Taufik RH, SE. Pada beberapa bagian, kondisi asrama sangat memprihatinkan. Rumah yang dibeli sekitar tahun 1959 silam dan kemudian dijadikan asrama mahasiswa ini kondisinya sangat berantakan, perlengkapan didalam kamar asrama juga tidak tampak lagi, seperti kasur, lemari pakaian, dan lain-lain. Asrama mahasiswa yang mempunyai sekitar 30 buah kamar ini dalam kondisi berantakan dan tanpa penghuni. Pintu masuknya sudah terlepas akibat kusennya keropos, beberapa buah jendela dan pintu lainnya juga demikian, ruangan kumuh dan ranjang berantakan serta plafon/dek banyak yang rusak.
Menurut pengurus asrama, Heri, asrama tidak pernah dihuni sejak renovasi setelah gempa tahun 2007 lalu. Ukuran kamarnya juga kecil, dulu ukuran kamarnya 3x4 meter dan bisa ditempati 3 orang, sedangkan sekarang hanya berukuran 2x2 meter. Saat ditanyakan apakah mahasiswa yang menempati tempat tersebut dikenakan biaya, “Dikenakan biaya Rp 30 ribu per bulan untuk bayar listrik, dan air, iyuran kebersihan, dll,” sebut Heri.(mas)

Senin, 30 Agustus 2010

Gubernur : Bolos Kerja Kena Sanksi

MEDIA JAMBI – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Jambi, jangan coba-coba bolos selama bulan Ramadhan ini. Karena Gubernur Jambi Hasan Basri Agus menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi pegawai yang mangkir atau mengurangi jam kerja selama bulan puasa.

“Tidak ada alasan bagi PNS untuk bermalas-malasan selama puasa, jam kerja sudah diatur sedemikian rupa, sehingga jika ada yang mangkir atau mengurangi jam kerja akan diberi sanksi,” kata gubernur melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jambi, Taufik RH kepada Media Jambi, Minggu.
Pemprov Jambi selama ini menerapkan lima hari kerja dalam satu minggu, dan selama bulan puasa, jam kerja juga dikurangi, agar PNS mempunyai cukup waktu untuk beristirahat selama puasa.
Selama ini pada hari biasa, jam kerja PNS di lingkungan Pemprov Jambi pada Senin hingga Kamis masuk pukul 07:15 WIB dan pulang pukul 16:00 WIB, hari Jumat masuk pukul pukul 07:00 WIB dan pulang pukul 11:30 WIB.
Selama bulan puasa, jam kerja dikurangi satu jam, Senin hingga Kamis masuk pukul 07:45 WIB, dan pulang pukul 15:00 WIB, sedangkan hari Jumat tidak ada perubahan.
Sedangkan apel bendera pada Senin tetap dilaksanakan, kecuali kegiatan senam kesegaran jasmani yang biasanya dilaksanakan pada Jumat, selama bulan Ramadhan ditiadakan.
Sementara bagi instansi atau unit kerja yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetap mengacu pada ketentuan jam kerja yang telah diatur oleh unit kerja masing-masing.
“Pelayanan kepada masyarakat merupakan kewajiban, jadi tidak boleh terhenti,” katanya. Oleh karena itu, jika kedapatan ada PNS yang mangkir dan mengurangi jam kerja selama Ramadhan, dirinya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas sesuai aturan berlaku.
Guberur katanya akan melakukan inspeksi mendadak terhadap satuan unit kerja di lingkungannya selama puasa, namun waktunya tidak diberitahukan.
(mas)

Mobil Dinas Jangan Dipakai Mudik Lebaran

MEDIA JAMBI – Mobil dinas, atau mobil berplat merah tidak diperbolehkan untuk dibawa mudik lebaran. Pejabat yang nekad tetap menggunakan akan dikenakan sanksi tegas, dan mobil dinas ditarik.
Menurut Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi Jambi Usup Supriatna, pihaknya akan menerbitkan surat edaran kepada pengguna atau pemakai kendaraan dinas supaya tidak menggunakannya untuk mudik Lebaran.
“Bagi yang tidak mengindahkan surat edaran itu kita kenakan sanksi tegas, termasuk menarik kendaraan yang digunakannya,” katanya.
Ia menegaskan, tahun sebelumnya pemegang atau pemakai kendaraan dinas juga dilarang menggunakan kendaraannya untuk mudik Lebaran, dan puluhan pengguna mendapat peringatan. Banyak cara yang digunakan pemegang kendaraan dinas untuk mengelabui petugas, seperti menukar plat kendaraannya dari plat merah menjadi plat hitam.
Pada instansi tertentu ada dua plat yang diberikan pada kendaraan dinas, yakni plat hitam dan plat merah, namun tetap tidak diperbolehkan menggunakannya untuk kepentingan di luar kedinasan. Lewat surat edaran itu, pengguna kendaraan dinas itu juga diancam sanksi jika masih melanggar, termasuk ditariknya kendaraan yang digunakannya.
Usup mengatakan, kendati ada larangan untuk tidak boleh menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran, larangan itu hanya berlaku untuk dibawa ke luar provinsi.
Dalam Kota Boleh
Sepanjang pengguna kendaraan dinas itu menggunakan kendaraan pemerintah masih dalam Provinsi Jambi, diberi toleransi, asal saja tidak dibawa ke luar daerah atau ke provinsi lain. Pengamat kebijakan publik Drs A Shomad menyarankan pemerintah daerah agar melibatkan polisi untuk menjaring kendaraan dinas atau plat merah yang digunakan untuk mudik Lebaran.
“Larangan tidak menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran tidak cukup dengan surat edaran, namun juga perlu keikutsertaan aparat kepolisian yang berwenang menghentikan dan menindak kendaraan di jalan,” kata A Shomad ketika dihubungi.
Ia mengatakan, larangan pemerintah tiap tahun supaya tidak menggunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran terkesan tidak diindahkan.
Sanksi tegas sebagai efek jera harus diwujudkan lewat operasi dengan melibatkan pihak kepolisian dengan menghentikan dan menyuruh pengguna kembali ke pangkalan bila kedapatan menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran.(mas/ant)

Jumlah Penduduk Jambi Capai Tiga Juta Jiwa

MEDIA JAMBI - Jumlah penduduk di Provinsi Jambi sementara tercatat 3.088.618 jiwa yang terdiri dari 1.578.338 penduduk laki-laki dan 1.510.280 penduduk perumpuan, demikian menurut data ‘agregat’ per kabupaten dan kota hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010).
Kepala BPS Jambi, Dyan Pramono Effendi Jambi, Rabu mengatakan, melihat angka sementara hasil SP2010, jelas jumlah penduduk di Provinsi Jambi bertambah dari 2,7 juta menjadi 3,08 juta jiwa atau selama sepuluh tahun terakhir terjadi pertumbuhan penduduk sebesar 2,55 persen.
Sejak 2000 hingga 2010, laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Muarojambi adalah yang tertinggi di antara kabupaten/kota lainnya, yakni sebesar 3,86 persen, sedangkan pertumbuhan terendah adalah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh sebesar 0,53 persen.
Sedangkan tingkat persebaran penduduk Provinsi Jambi masih terpusat di Kota Jambi yaitu sebesar 17,13 persen, sedangkan kabupaten/kota lainnya seperti kabupaten Muarojambi ditempati sekitar 11,06 persen penduduk di Kabupaten Merangin ditempati 10,88 persen penduduk dan kabupaten/kota lainnya ditempati oleh kurang lebih dari 10 persen penduduk.
Tiga Kabupaten/kota lainnya dengan jumlah penduduk terendah di Provinsi Jambi yaitu Kota Sungai Penuh, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kerinci masing-masing sebesar 81.789 jiwa, 204.557 jiwa dan 229.387 jiwa.
Sedangkan kabupaten/kota dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Kota Jambi sebanyak 529.118 jiwa Kabupaten Muarojambi sebesar 341.588 jiwa dan Kabupaten Merangin dengan 336.050 jiwa.
Provinsi Jambi dengan luas wilayah sebesar 53.435 kilo meter persegi dan jumlah penduduknya sementara tercatat hasil SP2010 3.088.618 jiwa, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduknya sebanyak 57,8 jiwa per kilometer persegi.
Kabupaten tertinggi kepadatan penduduknya adalah Kota Jambi yaitu sebesar 2.581,06 jiwa per kilomter persegi sedangkan kabupaten dengan tingkat kepadatan paling rendah adalah kabupaten Sarolangun.
(mas)

Selasa, 17 Agustus 2010

Tinjau Jalan Lingkar


GUBERNUR JAMBI HBA saat meninjau jalan Lingkar Barat yang kondisinya rusak parah dan sering terjadinya kecekaan. Rusaknya ruas jalan ini akibat banyak kendaraan yang melebihi tonase melintas jalur ini. f/mas

HBA Prioritaskan Perbaikan Jalan

Atasi Arus Mudik
MEDIA JAMBI – Banyaknya jalan di Provinsi Jambi yang rusak, rawan kecelakaan dan macet dikhawatirkan dapat menggangu arus transportasi bahan kebutuhan pokok serta berdampak kelangkaan dan melambungnya harga. Pemprov Jambi, menganggarkan lagi dana Rp 55 M dalam APBD Perubahan untuk memperbaiki infrastruktur jalan.
Dalam rapat kordinasi antar SKPD yang dipimpin langsung Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus terkait persiapan ramadhan dan lebaran Idul Fitri, Selasa (10/8) terungkap banyak jalan yang rusak dan rawan longsor. Titik rawan kecelakaan, banjir dan kemacetan terdapat di lintas Lintas Timur dan jalan penghubung menuju Lintas Tengah (Lintas Sumatera).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi, Hanif Lubis dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Hasan Basri mengaku cemas dengan kondisi jalan. Pasalnya, salah satu penyebab kelangkaan daging sapi, kerbau dan meroketnya harga bahan pokok lantaran tersendatnya distribusi ternak dan komoditi ke daerah dan sebaliknya.
Apalagi saat ini, permintaan akan daging cukup tinggi. Secara keseluruhan kebutuhan daging sapi dan kerbau di Provinsi Jambi menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri sebanyak 6.143 ekor sedangkan persedian yang ada hanya 718 ekor. Minimnya persediaan serta terhambatnya distribusi diperkirakan akan membuat harga daging tembus Rp 90 ribu per kilogram.
“Jumlah persedian ternak masih kurang dibanding kebutuhan, sementara distribusi pada waktu OP terlambat. Ini dapat mengakibatkan kelangkaan daging dan kenaikan harga. Maka mohon menjadi perhatian bagi Dinas Perhubungan agar distribusi bisa berjalan lancar,” kata Hanif.
Pernyataan itu diperkuat Hasan Basri. Kata dia, sebagian besar (30 persen s/d 70 persen) bahan kebutuhan pokok dipasok dari luar Provinsi Jambi. Kelancaran distribusi sangat dipengaruhi baiknya sarana jalan dan angkutan. Bila kondisi jalan dan angkutannya dalam kondisi baik, ketersediaan barang di tingkat distributor, grosir hingga pengecer terjamin.
Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Fauzi Anshori mengatakan, Pemprov Jambi memutuskan segera memperbaiki jalan-jalan rusak yang dinilai strategis. Saat ini pihaknya telah mengajukan pembangunan infrastruktur jalan sebesar Rp 55 m. “Saat ini kita fokus ke infrastruktur jalan dan pemerintah sudah mengajukan dana Rp 55 m. Ada pergeseran APBD 2010. Jadi total untuk infrastruktur jalan Rp 138 m,” kata Anshori.
Hal itu dibenarkan HBA. “Kita sudah ajukan dalam APBD.P dan minta PU segera memperbaiki jalan agar arus transportasi lancar. Terutama bagi kelancaran pemudik dan kebutuhan pokok,” terangnya. Ia pun memerintahkan Dinas PU untuk segera menempat alat berat dilokasi yang dianggap vital.
Terkait harga, HBA menilai bila ada kenaikan dalam bentuk kecil itu hal yang wajar. Namun ia tetap mengharapkan agar instansi terkait memonitor harga dan ketersediaan bahan pokok. “Naik sedikit wajarlah. Tapi itu tetap dipantau, jangan sampai melambung dan langka. Kasihan masyarakat lainnya,” pintanya.(gtt)

Waspadai Daerah Rawan Kecelakaan

MEDIA JAMBI – Para pemudik lebaran, hendaknya memaspadai banyak ruas jalan di Provinsi Jambi yang rusak sehingga menimbulkan kerawanan macet, kecelakaan, maupun rawan longsor. Titik-titik rawan, terdapat di sejumlah jalan strategis di daerah ini.
Sedikitnya, tujuh jalan rusak dan rawan longsor terdapat di ruas Jalan Bangko – Ma. Bungo Km 248 + 100 di di jalur Lintas Sumatera (tengah). Di Lintas Timur, ruas Jalan Merlung hingga perbatasan Riau ada 3 titik diantaranya Km. 130 + 645, Km 176 + 420 dan Km. 81 + 250.
Sementara jalur penghubung antar lintas itu pun sama. Kerawanan diperkirakan ada di ruas Jalan Sei. Bengkal – Ma. Tebo (Km. 185 + 900 s/d 186 + 000) dan ruas Jalan Ma Tembesi – Ma Bungo (Km 137 + 100, Km 180 + 025, Km. 219 + 500, Km 221 + 000).
Jalan strategis lainnya yang mengalami kerusakan yakni ruas Jalan Sungai Penuh – Perbatasan Sumbar (Km 418 + 200 s/d 422 + 500, Km. 424 + 600 s/d 433 + 100, Km. 435 + 000 s/d 436 + 500, Km. 439 + 200 s/d 440 + 150 dan, Km. 442 + 400). Ruas Jalan Sei. Manau – Sgg. Agung (Km 321 + 500 s/d 323 + 700, Km 325 + 000 s/d 325 + 500, Km 326 + 600 s/d 326 + 900, Km 329 + 100 s/d 329 + 200, Km 330 + 125 s/d 343 + 950, Km 349 + 300 s/d 350 + 800, Km 350 + 900 s/d 352 + 200, Km 357 + 200). Kemudian di ruas Jalan Pkn. Gedang – Ma Talang (Km 277 + 000 s/d 297 + 297 + 500).
Selain itu, juga terdapat sejumlah jalur yang rawan kecelakaan. Dari Muaro Jambi – Batanghari – Sarolangun terdapat 10 titik. Diantaranya Jemb.Cempedak Mati, Jembatan.Mas, Talang Bukit, Simp Teratai, Simp Psr Ma Tembesi, Bukit Palu, Jembatan. Sangkuti Baru, Ds Jebak, Jembatan. Sei Ruap dan Simp Betung.
Dari Muaro Jambi ke Tanjab Timur ada 3 titik yakni KM 42 Ds Bukit Tempurung, KM 75 Ds. Sungai Toman dan Jl Aspal PT Petro China. Sementara di jalur Lintas Sumatera rawan kecelakaan ada di Rantau Panjang Kabupaten Merangin.
Kemacetan juga diprediksi bakal menghambat alur distribusi dan ini diperkirakan bakal terjadi di 5 titik. Diantaranya Pasar Mestong Muaro Jambi dan Pasar Sungai Landai arah Palembang. Di Sarolangun kemacetan terjadi di Pasar Singkut dan Mandiangi. Sementara Di Kabupaten Merangin terjadi Sungai Manau. Kemudian, 5 titik daerah rawan banjir yakni Mersam, Muara Tembesi, Jambi, Sengeti dan Merlung.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Erwan Malik menjelaskan pihaknya bersama Kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten/kota, Dinas PU, Dinsosnaker, Dinkes, PT Jasa Raharja cabang Jambi, DPD Organda, Orari, Rappi sudah meramu komitmen strategis mengantisipasi permasalah itu. Secara bersama-sama membangun posko disetiap daerah yang dianggap rawan dan menyiagakan alat berat.
(gtt)

Angkutan Mudik Lebaran Dipastikan Aman


MEDIA JAMBI - Arus mudik lebaran tahun 2010 diperkirakan bakal meningkat hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah pemudik diprediksi tembus angka 217.873 orang dan pada arus balik diperkirakan mencapai 194.559 penumpang. Meningkat dari tahun sebelumnya yakni 190.088 yang datang dan 169.575 pergi. Kendati begitu, armada angkutan mudik lebaran dipastikan aman.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Erwan Malik mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, pihaknya mempersiapkan armada angkutan lebaran. Untuk jalur darat, antar kota dalam provinsi (AKDP) tersedia 755 unit mobil dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 22.461 seat. Sedangkan antar kota antar provinsi (AKAP) 455 unit dengan kapasitas tempat duduk 14.784. selain itu ada angkutan antar jemput (AJAP) sebanyak 15 unit kendaraan dengan 150 tempat duduk.
Untuk angkutan udara, dipastikan ada 10 x penerbangan dengan kapasistas 1.430 tempat duduk dengan tujuan Jambi – Jakarta sebanyak 9 x penerbangan yang dilakukan 4 maskapai penerbangan dan 1 x penerbangan Jambi – Batam. Untuk jalur laut dan sungai, tersedia 28 kapal dengan kapasitas penumpang 1.268 orang.
Tahun 2009 lalu, pemudik yang datang menggunakan angkutan darat sebanyak 153.834 dan berangkat 133.216. Tahun ini yang datang naik hingga 176.909 dan pergi 153.198. Sedangkan pengguna jasa penerbangan, datang 15.513 penumpang, pergi 18.808. Tahun 2010 diperkirakan datang 18.150 dan pergi 22.005. Lewat sungai 2009, datang 16.817, pergi 13.738. Tahun ini naik menjadi 18.498 yang datang dan yang pergi 15.112. Begitu juga laut. Meskipun tidak signifikan, mereka yang bakal datang tahun ini 4.316 dan berangkat 4.194. Tahun lalu datang 3.924, pergi 3.813.
Lantas bagaimana antisipasi lonjakan harga tiket. “Pemerintah hanya mengatur tarif kelas ekonomi. Tarif kelas non ekonomi diatur oleh mekanisme pasar sesuai dengan Pelayanan yang diberikan oleh perusahaan,” terang Erwan.
Selain itu, pihaknya hanya diberi kewenangan untuk mengatur tarif bawah dan tarif atas harga tiket khusus AKDP sebagaimana SK Gubernur Jambi No. 37/KEP.GUB/DISHUB/2009. Sementara untuk AKAP merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan No. 1 TAHUN 2009, KM No. 26 Tahun 2010 dan KM no. 8 Tahun 2009.(gtt)