Atasi Arus Mudik
MEDIA JAMBI – Banyaknya jalan di Provinsi Jambi yang rusak, rawan kecelakaan dan macet dikhawatirkan dapat menggangu arus transportasi bahan kebutuhan pokok serta berdampak kelangkaan dan melambungnya harga. Pemprov Jambi, menganggarkan lagi dana Rp 55 M dalam APBD Perubahan untuk memperbaiki infrastruktur jalan.
Dalam rapat kordinasi antar SKPD yang dipimpin langsung Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus terkait persiapan ramadhan dan lebaran Idul Fitri, Selasa (10/8) terungkap banyak jalan yang rusak dan rawan longsor. Titik rawan kecelakaan, banjir dan kemacetan terdapat di lintas Lintas Timur dan jalan penghubung menuju Lintas Tengah (Lintas Sumatera).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi, Hanif Lubis dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Hasan Basri mengaku cemas dengan kondisi jalan. Pasalnya, salah satu penyebab kelangkaan daging sapi, kerbau dan meroketnya harga bahan pokok lantaran tersendatnya distribusi ternak dan komoditi ke daerah dan sebaliknya.
Apalagi saat ini, permintaan akan daging cukup tinggi. Secara keseluruhan kebutuhan daging sapi dan kerbau di Provinsi Jambi menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri sebanyak 6.143 ekor sedangkan persedian yang ada hanya 718 ekor. Minimnya persediaan serta terhambatnya distribusi diperkirakan akan membuat harga daging tembus Rp 90 ribu per kilogram.
“Jumlah persedian ternak masih kurang dibanding kebutuhan, sementara distribusi pada waktu OP terlambat. Ini dapat mengakibatkan kelangkaan daging dan kenaikan harga. Maka mohon menjadi perhatian bagi Dinas Perhubungan agar distribusi bisa berjalan lancar,” kata Hanif.
Pernyataan itu diperkuat Hasan Basri. Kata dia, sebagian besar (30 persen s/d 70 persen) bahan kebutuhan pokok dipasok dari luar Provinsi Jambi. Kelancaran distribusi sangat dipengaruhi baiknya sarana jalan dan angkutan. Bila kondisi jalan dan angkutannya dalam kondisi baik, ketersediaan barang di tingkat distributor, grosir hingga pengecer terjamin.
Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Fauzi Anshori mengatakan, Pemprov Jambi memutuskan segera memperbaiki jalan-jalan rusak yang dinilai strategis. Saat ini pihaknya telah mengajukan pembangunan infrastruktur jalan sebesar Rp 55 m. “Saat ini kita fokus ke infrastruktur jalan dan pemerintah sudah mengajukan dana Rp 55 m. Ada pergeseran APBD 2010. Jadi total untuk infrastruktur jalan Rp 138 m,” kata Anshori.
Hal itu dibenarkan HBA. “Kita sudah ajukan dalam APBD.P dan minta PU segera memperbaiki jalan agar arus transportasi lancar. Terutama bagi kelancaran pemudik dan kebutuhan pokok,” terangnya. Ia pun memerintahkan Dinas PU untuk segera menempat alat berat dilokasi yang dianggap vital.
Terkait harga, HBA menilai bila ada kenaikan dalam bentuk kecil itu hal yang wajar. Namun ia tetap mengharapkan agar instansi terkait memonitor harga dan ketersediaan bahan pokok. “Naik sedikit wajarlah. Tapi itu tetap dipantau, jangan sampai melambung dan langka. Kasihan masyarakat lainnya,” pintanya.(gtt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar